UJIAN AKHIR SEMESTER
6. Jelaskan karakteristik Kurikulum 2013 dan apa perbedaannya
dengan Kurikulum 2006!
Jawab:
Karakteristik urikulum
2013 pada intinya terletak pada sistem yang digunakan yaitu kurikulim yang
berbasis tematik integratif, sehingga ada mata pelajaran tertentu yang awalnya
berdiri sendiri dalam satu bidang studi berubah menjadi terintegrasi dengan
mata pelajaran lain. Mata pelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain
di kurikulum 2013 ini adalah mata pelajaran IPS dan IPA. Karakteristik lain dari
kurikulum 2013 yaitu adanya buku ajar guru dan buku pegangan bagi siswa.
Sehingga guru tidak perlu bingung merencanakan pembelajaran yang akan
dilakukan, karena silabus pembelajaran sudah disiapkan dari pusat, sehingga
guru tinggal melaksanakan sesuai petnjuk yang ada.penilaian yang digunakan juga
tidak hanya berpedoman pada hasil, melainkan pada proses dan output
pembelajaran.
Berikut adalah
karakteristik kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.Pd. :
· Isi atau konten kurikulum yaitu
kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) satuan pendidikan dan
kelas, dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
· Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran
secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan
ketrampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk
suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
· Kompetensi Dasar (KD) merupakan
kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu tema untuk SD/MI, dan
untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
· Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di
jenjang pendidikan menengah diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang
pendidikan menengah berimbang antara sikap dan kemampuan intelektual (kemampuan
kognitif tinggi).
· Kompetensi Inti menjadi unsur
organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses
pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
· Kompetensi Dasar yang dikembangkan
didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan
memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi
horizontal dan vertikal) diikat oleh kompetensi inti.
· Proses pembelajaran didasarkan pada
upaya menguasai kompetensi pada tingkat yang memuaskan dengan memperhatikan
karakteristik konten kompetensi dimana pengetahuan adalah konten yang bersifat
tuntas (mastery).
· Penilaian hasil belajar mencakup seluruh
aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan
pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat
memuaskan (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM dapat dijadikan tingkat memuaskan).
PERBANDINGAN
KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013
NO
|
PERBEDAAN
|
KURIKULUM 2006
|
KURIKULUM 2013
|
1.
|
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
|
KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun
dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomer 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
|
Pendidikan dasar dan menengah, dengan mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan
Penyelenggaraan Pendidikan, bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
·
beriman
dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian
luhur;
·
berilmu,
cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
·
sehat,
mandiri, dan percaya diri; dan
·
toleran,
peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab
|
2.
|
Sistem yang digunakan
|
·
Dalam
kurikulum 2006 yang digunakan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar
·
Berbasis
mata pelajaran, masing-masing disiplin ilmu dibahas atau dikelompokkan dalam
satu mata pelajaran.
|
·
Dalam
kurikulum 2013 yang digunakan Kompetensi Inti (KI)
·
Berbasis
tematik, sehingga dalam pembelajaran yang digunakan adalah tema-tema yang
menjadi acuan atau bahan ajar.
|
3.
|
Silabus yang digunakan
|
Silabus yang digunakan adalah silabus yang dibuat
oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan silabus nasional.
|
Silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat,
sehingga seluruh indonesia menggunakan silabus yang sama.
|
4.
|
Mata pelajaran pancasila
|
Dalam kurikulum 2006, mata pelajaran pendidikan
pancasila ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran pendidikan
kewarganegaraan.
|
Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran pendidikan
kewarganegaraan dirubah menjadi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.
|
5.
|
Implementasi kurikulum
|
Dalam kurikulum 2006, sistem yang digunakan adalah
penjurusan.
|
Dalam kurikulum 2013, sistem yang digunakan adalah
peminatan.
|
6.
|
Beban belajar siswa
|
Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya
mata pelajaran yang terlalu kompleks melebihi kemampuan siswa.
|
Beban belajar siswa lebih sedikit dan disesuaikan
dengan kemampuan siswa
|
7.
|
Proses penilaian
|
Berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output
|
Berbasis kemampuan
melalui penilaian proses dan output
|
8.
|
Penilaian
|
Menekankan aspek kognitif
Test menjadi cara penilaian yang dominan
|
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik
secara proporsional Penilaian test dan portofolio saling melengkapi.
|
11
|
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
|
Memenuhi kompetensi profesi saja Fokus pada ukuran
kinerja PTK
|
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial,
dan personal motivasi mengajar.
|
12
|
Pengelolaan Kurikulum
|
·
Satuan
pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
·
Terdapat kecenderungan
satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan
pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah Pemerintah hanya
menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran (Satuan pendidikan mempunyai
kebebasan dalam pengelolaan kurikulum)
|
·
Pemerintah
Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di
tingkat satuan pendidikan
·
Satuan
pendidikan mampumenyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan
pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah (Pemerintah Pusat dan
Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat
satuan pendidikan)
|
Sumber:
Informasi kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan,
M.Pd.
5. Jelaskan perbedaan antara struktur Kurikulum SD 2013
dengan struktur Kurikulum SD 2006
Jawab:
PERBEDAAN ANTARA STRUKTUR KURIKULUM SD 2013 DENGAN STRUKTUR
KURIKULUM SD 2006
1
|
Berbasis Kompetensi (Kurikulum 2006)
Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI (
Kurikulum 2013)
|
2
|
Menggunakan Standar Kompetensi untuk merumuskan
Kompetensi Dasar (Kurikulum 2006)
Menggunakan Kompetensi Lulusan untuk merumuskan
Kompetensi Inti pada tiap kelas. ( Kurikulum 2013)
|
3
|
Menggunakan pendekatan berbasis karakter dalam
proses pembelajaran. (Kurikulum 2006)
Menggunakan pendekatan sains dalam proses
pembelajaran (mengamati, bertanya, mencoba, mengolah, menyajikan,
menyimpulkan, mencipta) semua mata pelajaran. ( Kurikulum 2013)
|
4
|
Mata pelajaran IPA dan IPS berdiri sendiri sebagai
satu mata pelajaran yang terpisah. (Kurikulum
2006)
Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan
pada semua mata pelajaran, atau terintegrasi dengan mata pelajaran lain. (
Kurikulum 2013)
|
5
|
Jumlah Mata Pelajaran di SD sebanyak 10 Mata
Pelajaran. (Kurikulum 2006)
Jumlah Mata Pelajaran menjadi 6 melalui
pengintegrasian beberapa mata pelajaran( Kurikulum 2013)
-
IPA
menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dll;
-
IPS
menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll;
-
Muatan
lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan
Jasmani, Olahraga dan Kesehatan;
-
Mata
pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
|
6
|
Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan
proses pembelajaran dan penilaian ( Kurikulum 2013)
|
Sumber:
2. Apakah tujuan disusunnya Kurikulum 2013?
Jawab:
Menurut Prof. Dr. H. S.
Hamid Hasan, M.Pd. tujuan disusunnya kurikulum 2013 adalah mempersiapkan
insan indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara
yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada
kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan
peradaban dunia. Selain itu untuk
mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi,
bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka
peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek
yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013
menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui pendekatan itu
diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan
jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif,
sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan
tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Informasi kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan,
M.Pd.
1.
Jelaskan latar belakanng disusunnya
Kurikulum 2013!
Jawab:
Secara empirik dapat diketahui bahwa
keberhasilan pembangunan pendidikan yang bermutu dipengaruhi oleh ketersediaan
berbagai komponen pendukungnya. Salah satu di antaranya yaitu kurikulum yang
dikembangkan dan digunakan pada tataran satuan pendidikan. Oleh karena itu,
kurikulum harus dikembangkan dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan
ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta perkembangan berbagai tantangan
dan tuntutan kompetensi yang diperlukan dalam pembangunan peradaban manusia
Indonesia yang dicita-citakan pada masa mendatang. Salah satu alasan disusunnya kurikulum 2013 adalah agar target untuk
mencapai kemajuan menjadi semakin nyata, dan salah satu alasan disusunnya
kurikulum 2013 adalah agar siswa dan guru kita dapat bersaing dengan mutu pendidikan
di negara maju. Pengembangan Kurikulum 2013 didesain untuk menyiapkan
dan membangun generasi muda Indonesia masa depan yang tangguh dan madani.
Generasi muda Indonesia yang beradab, bermartabat, berbudaya, berkarakter,
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab dalam
mengawal kehidupan bangsa dan negara.
Sumber:
Pedoman Pemberian Bantuan Implementasi Kurikulum 2013
8. Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Tematik Integratif?
Jawab:
Pembelajaran tematik
integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai
kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian
tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan
pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang
berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik
tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya
memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai
tema yang tersedia. Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan
alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan
pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan
Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta
Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari
Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diorganisasikan ke mata
pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang
Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.
Kurikulum 2013 yang sedang berjalan.saat ini sangat mendukung pendidika yang berkualitas,dan menambah pendidikan.yang berkarakter.
BalasHapus