Senin, 17 Juni 2013

KURIKULUM 2013


UJIAN AKHIR SEMESTER
6. Jelaskan karakteristik Kurikulum 2013 dan apa perbedaannya dengan Kurikulum 2006!
    Jawab:
Karakteristik urikulum 2013 pada intinya terletak pada sistem yang digunakan yaitu kurikulim yang berbasis tematik integratif, sehingga ada mata pelajaran tertentu yang awalnya berdiri sendiri dalam satu bidang studi berubah menjadi terintegrasi dengan mata pelajaran lain. Mata pelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain di kurikulum 2013 ini adalah mata pelajaran IPS dan IPA. Karakteristik lain dari kurikulum 2013 yaitu adanya buku ajar guru dan buku pegangan bagi siswa. Sehingga guru tidak perlu bingung merencanakan pembelajaran yang akan dilakukan, karena silabus pembelajaran sudah disiapkan dari pusat, sehingga guru tinggal melaksanakan sesuai petnjuk yang ada.penilaian yang digunakan juga tidak hanya berpedoman pada hasil, melainkan pada proses dan output pembelajaran.
Berikut adalah karakteristik kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.Pd. :
·      Isi atau konten kurikulum yaitu kompetensi dinyatakan dalam bentuk Kompetensi Inti (KI) satuan pendidikan dan kelas, dirinci lebih lanjut dalam Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran.
·      Kompetensi Inti (KI) merupakan gambaran secara kategorial mengenai kompetensi dalam aspek sikap, pengetahuan, dan ketrampilan (kognitif dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
·      Kompetensi Dasar (KD) merupakan kompetensi yang dipelajari peserta didik untuk suatu tema untuk SD/MI, dan untuk mata pelajaran di kelas tertentu untuk SMP/MTS, SMA/MA, SMK/MAK.
·      Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar di jenjang pendidikan menengah diutamakan pada ranah sikap sedangkan pada jenjang pendidikan menengah berimbang antara sikap dan kemampuan intelektual (kemampuan kognitif tinggi).
·      Kompetensi Inti menjadi unsur organisatoris (organizing elements) Kompetensi Dasar yaitu semua KD dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi dalam Kompetensi Inti.
·      Kompetensi Dasar yang dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertikal) diikat oleh kompetensi inti.
·      Proses pembelajaran didasarkan pada upaya menguasai kompetensi pada tingkat yang memuaskan dengan memperhatikan karakteristik konten kompetensi dimana pengetahuan adalah konten yang bersifat tuntas (mastery).
·      Penilaian hasil belajar mencakup seluruh aspek kompetensi, bersifat formatif dan hasilnya segera diikuti dengan pembelajaran remedial untuk memastikan penguasaan kompetensi pada tingkat memuaskan (Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM dapat dijadikan tingkat memuaskan).
PERBANDINGAN KURIKULUM 2006 DENGAN KURIKULUM 2013
NO
PERBEDAAN
KURIKULUM 2006
KURIKULUM 2013
1.
Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
KTSP ( Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) disusun dalam rangka memenuhi amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomer 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Pendidikan dasar dan menengah, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, bertujuan membangun landasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang:
·      beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, dan berkepribadian luhur;
·      berilmu, cakap, kritis, kreatif, dan inovatif;
·      sehat, mandiri, dan percaya diri; dan
·      toleran, peka sosial, demokratis, dan bertanggung jawab
2.
Sistem yang digunakan
·         Dalam kurikulum 2006 yang digunakan Standar Kompetensi dan Kompetensi dasar
·         Berbasis mata pelajaran, masing-masing disiplin ilmu dibahas atau dikelompokkan dalam satu mata pelajaran.
·         Dalam kurikulum 2013 yang digunakan  Kompetensi Inti (KI)
·         Berbasis tematik, sehingga dalam pembelajaran yang digunakan adalah tema-tema yang menjadi acuan atau bahan ajar.
3.
Silabus yang digunakan
Silabus yang digunakan adalah silabus yang dibuat oleh masing-masing satuan pendidikan yang berdasarkan silabus nasional.
Silabus yang digunakan adalah silabus dari pusat, sehingga seluruh indonesia menggunakan silabus yang sama.
4.
Mata pelajaran pancasila
Dalam kurikulum 2006, mata pelajaran pendidikan pancasila ditiadakan dan diganti dengan mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
Dalam kurikulum 2013, mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan dirubah menjadi pendidikan pancasila dan kewarganegaraan.
5.
Implementasi kurikulum
Dalam kurikulum 2006, sistem yang digunakan adalah penjurusan.
Dalam kurikulum 2013, sistem yang digunakan adalah peminatan.
6.
Beban belajar siswa
Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran yang terlalu kompleks melebihi kemampuan siswa.
Beban belajar siswa lebih sedikit dan disesuaikan dengan kemampuan siswa
7.
Proses penilaian
Berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output
Berbasis kemampuan
melalui penilaian proses dan output
8.
Penilaian
Menekankan aspek kognitif
Test menjadi cara penilaian yang dominan
Menekankan aspek kognitif, afektif, psikomotorik secara proporsional Penilaian test dan portofolio saling melengkapi.
11
Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Memenuhi kompetensi profesi saja Fokus pada ukuran kinerja PTK
Memenuhi kompetensi profesi, pedagogi, sosial, dan personal motivasi mengajar.
12
Pengelolaan Kurikulum
·           Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum
·           Terdapat kecenderungan satuan pendidikan menyusun kurikulum tanpa mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah Pemerintah hanya menyiapkan sampai standar isi mata pelajaran (Satuan pendidikan mempunyai kebebasan dalam pengelolaan kurikulum)
·      Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan
·      Satuan pendidikan mampumenyusun kurikulum dengan mempertimbangkan kondisi satuan pendidikan, kebutuhan peserta didik, dan potensi daerah (Pemerintah Pusat dan Daerah memiliki kendali kualitas dalam pelaksanaan kurikulum di tingkat satuan pendidikan)

    Sumber:
Informasi kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.Pd.

5. Jelaskan perbedaan antara struktur Kurikulum SD 2013 dengan struktur Kurikulum SD 2006
      Jawab:
PERBEDAAN ANTARA STRUKTUR KURIKULUM SD 2013 DENGAN STRUKTUR KURIKULUM SD 2006
1
Berbasis Kompetensi (Kurikulum  2006)
Berbasis tematik-integratif sampai kelas VI ( Kurikulum 2013)
2
Menggunakan Standar Kompetensi untuk merumuskan Kompetensi Dasar (Kurikulum  2006)
Menggunakan Kompetensi Lulusan untuk merumuskan Kompetensi Inti pada tiap kelas. ( Kurikulum 2013)
3
Menggunakan pendekatan berbasis karakter dalam proses pembelajaran. (Kurikulum  2006)
Menggunakan pendekatan sains dalam proses pembelajaran (mengamati, bertanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, mencipta) semua mata pelajaran. ( Kurikulum 2013)
4
Mata pelajaran IPA dan IPS berdiri sendiri sebagai satu mata pelajaran yang terpisah. (Kurikulum  2006)
Menggunakan IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua mata pelajaran, atau terintegrasi dengan mata pelajaran lain. ( Kurikulum 2013)
5
Jumlah Mata Pelajaran di SD sebanyak 10 Mata Pelajaran. (Kurikulum  2006)
Jumlah Mata Pelajaran menjadi 6 melalui pengintegrasian beberapa mata pelajaran( Kurikulum 2013)
-       IPA menjadi materi pembahasan pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, dll;
-       IPS menjadi materi pembahasan pelajaran PPKn, Bahasa Indonesia, dll;
-       Muatan lokal menjadi materi pembahasan Seni Budaya dan Prakarya serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan;
-       Mata pelajaran Pengembangan Diri diintegrasikan ke semua mata pelajaran.
6
Menambah 4 jam pelajaran per minggu akibat perubahan proses pembelajaran dan penilaian ( Kurikulum 2013)


Sumber:

2. Apakah tujuan disusunnya Kurikulum 2013?
    Jawab:
Menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.Pd. tujuan disusunnya kurikulum 2013 adalah mempersiapkan insan indonesia untuk memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warganegara yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara dan peradaban dunia. Selain itu untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya. Melalui pendekatan itu diharapkan siswa kita memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif, sehingga nantinya mereka bisa sukses dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan di zamannya, memasuki masa depan yang lebih baik.
Sumber:
Informasi kurikulum 2013 menurut Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.Pd.

1.    Jelaskan latar belakanng disusunnya Kurikulum 2013!
    Jawab:
Secara empirik dapat diketahui bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan yang bermutu dipengaruhi oleh ketersediaan berbagai komponen pendukungnya. Salah satu di antaranya yaitu kurikulum yang dikembangkan dan digunakan pada tataran satuan pendidikan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta perkembangan berbagai tantangan dan tuntutan kompetensi yang diperlukan dalam pembangunan peradaban manusia Indonesia yang dicita-citakan pada masa mendatang. Salah satu alasan disusunnya kurikulum 2013 adalah agar target untuk mencapai kemajuan menjadi semakin nyata, dan salah satu alasan disusunnya kurikulum 2013 adalah agar siswa dan guru kita dapat bersaing dengan mutu pendidikan di negara maju. Pengembangan Kurikulum 2013 didesain untuk menyiapkan dan membangun generasi muda Indonesia masa depan yang tangguh dan madani. Generasi muda Indonesia yang beradab, bermartabat, berbudaya, berkarakter, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, demokratis, dan bertanggung jawab dalam mengawal kehidupan bangsa dan negara.
Sumber: Pedoman Pemberian Bantuan Implementasi Kurikulum 2013

8. Apa yang dimaksud dengan Pembelajaran Tematik Integratif?
    Jawab:

Pembelajaran tematik integratif merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap, keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada peserta didik seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia. Dalam pembelajaran tematik integratif, tema yang dipilih berkenaan dengan alam dan kehidupan manusia. Untuk kelas I, II, dan III, keduanya merupakan pemberi makna yang substansial terhadap mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni-Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Di sinilah Kompetensi Dasar dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Sosial yang diorganisasikan ke mata pelajaran lain memiliki peran penting sebagai pengikat dan pengembang Kompetensi Dasar mata pelajaran lainnya.

1 komentar:

  1. Kurikulum 2013 yang sedang berjalan.saat ini sangat mendukung pendidika yang berkualitas,dan menambah pendidikan.yang berkarakter.

    BalasHapus