UJIAN TENGAH SEMESTER TAHUN AKADEMIK
2012/2013
FAKULTAS :
PROGRAM PASCASARJANA
JURUSAN/PRODI : PENDIDIKAN DASAR
MATAKULIAH : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
SKS : 2 SKS
DOSEN PEMBINA :
Dr. ACHMAD RIFAI RC
1. Perkembangan
peserta didik merupakan mata kuliah yang menjadi landasan pengembangan
kemampuan keguruan calon guru profesional
a.
Mengapa perkembangan peserta didik harus
dipelajari oleh mahasiswa pendidikan dasar (PGSD)? Jelaskan!
b.
Kontribusi apa saja yang diberikan
oleh kajian perkembangan perserta didik dalam membentuk calon guru pendidikan
dasar yang profesional? Jelaskan!
JAWAB:
a.
Perkembangan peserta didik harus
dipelajari oleh mahasiswa pendidikan dasar (PGSD) dengan alasan bahwa nantinya
kita akan terjun langsung menghadapi siswa di lapangan sebagai guru. Melalui
pembelajaran perkembangan peserta didik mahasiswa akan mengetahui tahap-tahap
perkembangan peserta didik dari beberapa teori yaitu menurut Piaget dan
Vygotsky. Mahasiswa akan memahami secara mendalam tahap-tahap perkembangan
peserta didik mulai dari masa pra sekolah sampai dengan masa dewasa. Mahasiswa
juga akan dapat menganalisisn perkembangan
kognitif, moral, emosional, dan fisik yang dialami anak-anak dan
pengaruhnya terhadap kehidupan anak tersebut.
b.
Kajian perkembangan perserta didik
memberikan kontribusi yang sangat banyak bagi calon guru pendidikan dasar,
antara lain yaitu:
1)
Memberikan pengetahuan tentang
tahap-tahap perkembangan baik secara kognitif, fisik, emosional, maupun sosial
yang dialami setiap anak pada masa-masa sekolah dasar, sehingga memberikan
bekal bagi calon guru sebelum terjun ke lapangan nantinya.
2)
Memberikan wawasan tentang berbagai
teori-teori perkembangan manusia dari berbagai sudut pandang para pakar atau
ahli.
3)
Memberikan wawasan tentang
permasalahan-permasalahan yang dialami anak pada setiap tahap perkembangan yang
dilalui dan upaya mengatasinya, sehingga guru tidak akan kebingungan apabila
menghadapi masalah tersebut.
4)
Memberikan pengetahuan tentang
perkembangan masa awal remaja yang nantinya dialami oleh peserta didik kelas 6
SD, dengan tanda-tanda perubahan secara kognitif, fisik,sosial,dan emosional
serta pengaruhnya terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.
2. Pertumbuhan
dan perkembangan manusia berlangsung sepanjang hayat, namun tidak selalu
bersifat linier
a.
Apakah perbedaan antara pertumbuhan
dengan perkembangan? Jelaskan!
b.
Bagaimanakah pandangan nature and
nurture tentang perkembangan? Jaelaskan!
c.
Bagaimanakah pandangan continuous and
discontinuous tentang perkembangan? Jelaskan!
JAWAB:
a. Pertumbuhan (growth)
didefinisikan sebagai suatu peningkatan ukuran yang prosesnya tidak dapat balik
(Ireversible), serta dihasilkan dari pembelahan sel dan perbesaran sel.
Pertumbuhan menyangkut aspek kuantitatif sehingga dapat dinyatakan dengan angka
dan dapat diukur dengan alat ukur panjang atau berat. Contoh: Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg. Sedangkan
menurut Santrok (2010: 20) perkembangan
(develompment) ialah pola gerakan
atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang siklus
kehidupan. Perkembangan menyangkut aspek
kualitatif kelengkapan organ tubuh menjadi makhluk yang sempurna dan dewasa. Contoh: perkembangan kognitif manusia dari masa
kanak-kanak sampai dewasa.
b.
Perkembangan
setiap individu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu nature (bawaan) dan nurture
(lingkungan). Menurut pandangan para ahli perkembangan dari faktor bawaan
(nature) seperti Plato dan JJ Rousseau, sejak lahir seorang anak sudah memiliki
bakat-bakat dan dasar-dasar moral tanpa adanya campur tangan dari lingkungan
di sekitarya yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan
pengasuhan. Sedangkan nurture
mengacu pada kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan. Faktor-faktor
nurture yang mempengaruhi perkembangan manusia bisa berasal dari lingkungan
keluarga, masyarakat, selain itu faktor ekonomi dan budaya juga termasuk
kedalamnya. John Locke adalah seorang pakar yang berpendapat tentang adanya
teori “tabula rasa” yang artinya setiap anak dilahirkan seperti kertas putih
yang kosong tidak memiliki apa-apa. Apapun yang ada dalam diri kita, termasuk
ilmu pengetahuan kita berasal dari pengalaman-pengalaman yang telah kita alami. Nature dan nurture keduanya saling terkait dan memiliki pengaruh yang
sama besar dalam perkembangan karakter dan sikap seseorang.
c.
Pandangan continuous
(berkesinambungan) berpendapat bahwa perkembangan setiap individu berjalan secara
mulus dari tahap-ketahap perkembangan selanjutnya secara urut. Contohnya seorang bayi yang
dapat berjalan karena sebelumnya telah mengalami tahap tengkurap, duduk, dan
merangkak kemudian berjalan. Sedangkan menurut pandangan discontinous perkembangan
memiliki tahapan-tahapan yang khas dan berbeda pada masa kehidupannya,
perubahan-perubahan seseorang terjadi secara tiba-tiba dari suatu tahap ke
tahap berikutnya. Contohnya adalah anak-ana pada awal masa sekolah masih
berfikir secara konkrit atau berdasarkan kenyataan, kemudian tanpa adanya
gejala secara fisik ia dapat berfikir secara abstrak atau tanpa adanya
kenyataan.
3. Para
pakar psikologi perkembangan memiliki pandangan yang beragam tentang
perkembangan manusia
a.
Bagaimanakah esensi pandangan
psikoanalitik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
b.
Apakah perbedaan esensial antara
pandangan Sigmund Freud dengan Erick Erikson tentang perkembangan manusia?
Jelaskan!
c.
Apakah perbedaan esensial antara
pandangan Piaget dengan Vygotsky tentang perkembangsan manusia? Jelaskan!
JAWAB:
a.
Pandangan
psikoanalitik menyatakan bahwa manusia pada dasarnya digerakkan oleh
dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif. Para teoritis
psikoanalitik yakin bahwa perilaku semata-mata adalah suatu karakteristik
permukaan dan untuk benar-benar memahami perkembangan kita harus menganalisis
makna simbolis perilaku. Tingkah laku seseorang ditentukan dan dikontrol oleh
kekuatan psikologis yang sudah ada pada diri seseorang, tidak ditentukan oleh
nasibnya tetapi diarahkan untuk memenuhi
kebutuhan dan insting biologisnya. Selain itu, pengalaman-pengalaman dengan
orang tua sebelumnya secara ekstensif dapat membentuk perkembangan kita. Psikoanalitik
merupakan sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat
manusia, dan metode terapinya. Karakteristik ini digaris bawahi dalam teori
psikoanalitik utama yang dikemukakan oleh Sigmun Freud.
b.
Perbedaan esensial antara pandangan
Sigmund Freud dengan Erick Erikson adalah cara
pandang mereka terhadap perkembangan. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap
perkembangan dalam proses menjadi dewasa.
Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Tahap-tahap
perkembangan menurut Freud adalah: (1) Oral (0-1th), (2) anal (1-3th), (3)
Phalic (3-6th), (4) Laten (6-12th), (5) Genital (12-18th), dan (6) dewasa).
Freud melihat perkembangan kepribadian melalui segi psikoseksual yang lebih
menekankan pada kenikmatan. Sedangkan Erikson
melihatnya dari segi psikososial, yang berfokus pada bagaimana hubungan sosial
antar individu. Perkembangan kepribadian menurut Erikson melalui tahap: (1)
Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun), (2) Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu (1/1,5-3
tahun), (3) Inisiatif VS Rasa Bersalah (3-6th), (4) Industri VS Inferiority (
usia sekolah:6-12 tahun), (5) Identitas
dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun), (6) Intimasi dan
Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th), (7) Generativitas VS
Stagnasi/ mandeg ( middle adulthood : 35-65 th ), (8) Integritas VS
Keputusasaan (later years: diatas 65 th). Sehingga dapat disimpulkan:
1)
Menurut Freud manusia berkembang pada
tahap-tahap psikoseksual, sedangkan menurut Erikson manusia berkembang dalam
tahap-tahap psikososial.
2)
Erikson menekankan perubahan
perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia, sementara Freud berpendapat
bahwa kepribadian dasar kita teerbentuk pada lima tahun pertama kehidupan.
c.
Pandangan Piaget dengan Vygotsky
tentang perkembangsan manusia. Piaget
menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka
sendiri, informasi dari lingkungan tidak begitu saja dituangkan ke dalam
pikiran-pikiran mereka. Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif
memberikan batasan kembali tentang kecerdasan, pengetahuan dan hubungan anak
didik dengan lingkungannya. Kecerdasan merupakan proses yang berkesinambungan
yang membentuk struktur yang diperlukan dalam interaksi terus menerus dengan
lingkungan. Vygotsky tidak setuju
dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk
gambaran realitas batinnya sendiri. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret
perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari
kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana
proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran
melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa,
sistem matematika, dan alat-alat ingatan. Vygotsky lebih banyak menekankan
peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak.
4. Perkembangan
manusia tidak dapat dilepaskan dari potensi diri dengan lingkungan dimana
individu berinteraksi
a. Bagaimana
pandangan aliran behavioristik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
b. Bagaimana
pandangan aliran humanistik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
c.
Apakah implikasi pandangan aliran
behavioristrik dan humanistik terhadap praksis pembelajaran di kelas? Jelaskan!
JAWAB:
a.
Aliran behavioristik dikembangkan oleh Skinner.
Dalam behaviaristik Skinner, pikiran sadar atau tidak sadar tidak diperlukan
untuk menjelaskan perilaku dan perkembangan. Menurut Skinner perkembangan
dipelajari dan sering berubah sesuai dengan pengalaman lingkungan, pengalaman
yang disusun ulang dapat mengubah perkembangan. Skinner menekankan hawa kita
dapat mengatur dan mengendalikan perilaku kita sendiri. Behavioristik di pengaruhi oleh stimulus-respon. Maksudnya adalah
pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat
bila diberi penguatan. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan positif dan
penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan
terjadinya pengulangan tingkah laku itu. Sedangkan penguatan negatif dapat
mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang.
b.
Aliran humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan baik. Manusia memiliki
kualitas-kualitas insani yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, seperti
kemampuan abstraksi, imajinasi, kreativitas, aktualisasi diri, dan lain-lain.
Manusia dipandang sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri.
Artinya, manusia adalah makhluk yang sadar, mandiri, pelaku aktif yang dapat
menentukan hampir segalanya. Tingkah laku manusia dengan sadar, bebas dan bertanggung jawab dibimbing
oleh daya-daya positif yang berasal dari dalam dirinya sendiri ke arah
pemekaran seluruh potensi manusiawinya secara penuh. Agar berkembang ke arah
yang positif, manusia tidak pertama-tama membutuhkan pengarahan melainkan
sekedar suasana dan pendampingan personal serba penuh penerimaan dan
penghargaan demi mekarnya potensi positif yang melekat dalam dirinya.
c.
Implikasi pandangan aliran
behavioristrik dan humanistik terhadap praksis pembelajaran di kelas.
1)
Dalam suatu pembelajaran IPA guru menuntut
keaktifan siswa untuk dapat memperagakan cara kerja sendi-sendi yang ada pada
tubuh manusia. Guru meminta seorang siswa untuk maju ke depan kelas. Tak ada
seorangpun siswa yang berani untuk maju memperagakan seperti perintah guru.
Untuk memotivasi, maka guru menawarkan akan memberi nilai 100 pada ulangan
harian berikutnya bagi siswa yang mau maju ke depan. Beberapa siswa berani
tampil ke depan. Peristiwa tersebut menggambarkan implikasi aliran
behavioristik tentang stimulus –respon.
2)
Dalam pembelajaran Bahas Indonesia,
guru membacakan sebuah teks dan siswa diminta memberi komentar atau pendapat
dari teks tersebut. Antara satu siswa dengan siswa lainnya berbeda pendapatnya.
Ada beberapa siswa yang saling beradu pendapat dan saling menyalahkan satu sama
lain. Guru menampung semua pendapat yang diberikan oleh siswa. Kemudian secara
halus guru memberikan penjelasan tentang pentingnya menghargai pendapat antara
satu orang dengan orang lainnya. Guru tidak menyalahkan atau membenarkan salah
satu pendapat, namun guru memberikan pencerahan tentang pendapat yang baik,
sehingga tidak merendahkan eksistensi siswa dalam mengemukakan pendapat. Dalam
ini guru menerapkan aliran humanistik.
---o0o---
Tidak ada komentar:
Posting Komentar