Senin, 17 Juni 2013

PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR

UJIAN TENGAH SEMESTER TAHUN AKADEMIK 2012/2013
FAKULTAS               : PROGRAM PASCASARJANA
JURUSAN/PRODI     : PENDIDIKAN DASAR
MATAKULIAH         : PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
SKS                            : 2 SKS
DOSEN PEMBINA   : Dr. ACHMAD RIFAI RC
 



1.  Perkembangan peserta didik merupakan mata kuliah yang menjadi landasan pengembangan kemampuan keguruan calon guru profesional
a.    Mengapa perkembangan peserta didik harus dipelajari oleh mahasiswa pendidikan dasar (PGSD)? Jelaskan!
b.    Kontribusi apa saja yang diberikan oleh kajian perkembangan perserta didik dalam membentuk calon guru pendidikan dasar yang profesional? Jelaskan!
JAWAB:
a.    Perkembangan peserta didik harus dipelajari oleh mahasiswa pendidikan dasar (PGSD) dengan alasan bahwa nantinya kita akan terjun langsung menghadapi siswa di lapangan sebagai guru. Melalui pembelajaran perkembangan peserta didik mahasiswa akan mengetahui tahap-tahap perkembangan peserta didik dari beberapa teori yaitu menurut Piaget dan Vygotsky. Mahasiswa akan memahami secara mendalam tahap-tahap perkembangan peserta didik mulai dari masa pra sekolah sampai dengan masa dewasa. Mahasiswa juga akan dapat menganalisisn perkembangan  kognitif, moral, emosional, dan fisik yang dialami anak-anak dan pengaruhnya terhadap kehidupan anak tersebut.
b.    Kajian perkembangan perserta didik memberikan kontribusi yang sangat banyak bagi calon guru pendidikan dasar, antara lain yaitu:
1)    Memberikan pengetahuan tentang tahap-tahap perkembangan baik secara kognitif, fisik, emosional, maupun sosial yang dialami setiap anak pada masa-masa sekolah dasar, sehingga memberikan bekal bagi calon guru sebelum terjun ke lapangan nantinya.
2)    Memberikan wawasan tentang berbagai teori-teori perkembangan manusia dari berbagai sudut pandang para pakar atau ahli.
3)    Memberikan wawasan tentang permasalahan-permasalahan yang dialami anak pada setiap tahap perkembangan yang dilalui dan upaya mengatasinya, sehingga guru tidak akan kebingungan apabila menghadapi masalah tersebut.
4)    Memberikan pengetahuan tentang perkembangan masa awal remaja yang nantinya dialami oleh peserta didik kelas 6 SD, dengan tanda-tanda perubahan secara kognitif, fisik,sosial,dan emosional serta pengaruhnya terhadap kegiatan pembelajaran di sekolah.

2.  Pertumbuhan dan perkembangan manusia berlangsung sepanjang hayat, namun tidak selalu bersifat linier
a.    Apakah perbedaan antara pertumbuhan dengan perkembangan? Jelaskan!
b.    Bagaimanakah pandangan nature and nurture tentang perkembangan? Jaelaskan!
c.    Bagaimanakah pandangan continuous and discontinuous tentang perkembangan? Jelaskan!
JAWAB:
a.    Pertumbuhan (growth) didefinisikan sebagai suatu peningkatan ukuran yang prosesnya tidak dapat balik (Ireversible), serta dihasilkan dari pembelahan sel dan perbesaran sel. Pertumbuhan menyangkut aspek kuantitatif sehingga dapat dinyatakan dengan angka dan dapat diukur dengan alat ukur panjang atau berat. Contoh: Bayi yang beratnya 5 kg berubah menjadi 6,5 kg. Sedangkan menurut Santrok (2010: 20) perkembangan (develompment) ialah pola gerakan atau perubahan yang dimulai dari pembuahan dan terus berlanjut sepanjang siklus kehidupan. Perkembangan menyangkut aspek kualitatif kelengkapan organ tubuh menjadi makhluk yang sempurna dan dewasa. Contoh: perkembangan kognitif manusia dari masa kanak-kanak sampai dewasa.
b.    Perkembangan setiap individu dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu nature (bawaan) dan nurture (lingkungan). Menurut pandangan para ahli perkembangan dari faktor bawaan (nature) seperti Plato dan JJ Rousseau, sejak lahir seorang anak sudah memiliki bakat-bakat dan dasar-dasar moral tanpa adanya campur tangan dari lingkungan di sekitarya yang dapat dikembangkan melalui pendidikan dan pengasuhan. Sedangkan nurture mengacu pada kondisi lingkungan yang mendukung pengembangan. Faktor-faktor nurture yang mempengaruhi perkembangan manusia bisa berasal dari lingkungan keluarga, masyarakat, selain itu faktor ekonomi dan budaya juga termasuk kedalamnya. John Locke adalah seorang pakar yang berpendapat tentang adanya teori “tabula rasa” yang artinya setiap anak dilahirkan seperti kertas putih yang kosong tidak memiliki apa-apa. Apapun yang ada dalam diri kita, termasuk ilmu pengetahuan kita berasal dari pengalaman-pengalaman yang telah kita alami. Nature dan nurture keduanya saling terkait dan memiliki pengaruh yang sama besar dalam perkembangan karakter dan sikap seseorang.
c.    Pandangan continuous (berkesinambungan) berpendapat bahwa perkembangan setiap individu berjalan secara mulus dari tahap-ketahap perkembangan selanjutnya   secara urut. Contohnya seorang bayi yang dapat berjalan karena sebelumnya telah mengalami tahap tengkurap, duduk, dan merangkak kemudian berjalan. Sedangkan menurut pandangan discontinous perkembangan memiliki tahapan-tahapan yang khas dan berbeda pada masa kehidupannya, perubahan-perubahan seseorang terjadi secara tiba-tiba dari suatu tahap ke tahap berikutnya. Contohnya adalah anak-ana pada awal masa sekolah masih berfikir secara konkrit atau berdasarkan kenyataan, kemudian tanpa adanya gejala secara fisik ia dapat berfikir secara abstrak atau tanpa adanya kenyataan.

3.  Para pakar psikologi perkembangan memiliki pandangan yang beragam tentang perkembangan manusia
a.    Bagaimanakah esensi pandangan psikoanalitik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
b.    Apakah perbedaan esensial antara pandangan Sigmund Freud dengan Erick Erikson tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
c.    Apakah perbedaan esensial antara pandangan Piaget dengan Vygotsky tentang perkembangsan manusia? Jelaskan!
JAWAB:
a.    Pandangan psikoanalitik menyatakan bahwa manusia pada dasarnya digerakkan oleh dorongan-dorongan dari dalam dirinya yang bersifat instingtif. Para teoritis psikoanalitik yakin bahwa perilaku semata-mata adalah suatu karakteristik permukaan dan untuk benar-benar memahami perkembangan kita harus menganalisis makna simbolis perilaku. Tingkah laku seseorang ditentukan dan dikontrol oleh kekuatan psikologis yang sudah ada pada diri seseorang, tidak ditentukan oleh nasibnya tetapi diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan insting biologisnya. Selain itu, pengalaman-pengalaman dengan orang tua sebelumnya secara ekstensif dapat membentuk perkembangan kita. Psikoanalitik merupakan sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia, dan metode terapinya. Karakteristik ini digaris bawahi dalam teori psikoanalitik utama yang dikemukakan oleh Sigmun Freud.
b.    Perbedaan esensial antara pandangan Sigmund Freud dengan Erick Erikson adalah cara pandang mereka terhadap perkembangan. Dalam teori Freud setiap manusia harus melewati serangkaian tahap perkembangan dalam proses menjadi dewasa. Tahap-tahap ini sangat penting bagi pembentukan sifat-sifat kepribadian yang bersifat menetap. Tahap-tahap perkembangan menurut Freud adalah: (1) Oral (0-1th), (2) anal (1-3th), (3) Phalic (3-6th), (4) Laten (6-12th), (5) Genital (12-18th), dan (6) dewasa). Freud melihat perkembangan kepribadian melalui segi psikoseksual yang lebih menekankan pada kenikmatan. Sedangkan Erikson melihatnya dari segi psikososial, yang berfokus pada bagaimana hubungan sosial antar individu. Perkembangan kepribadian menurut Erikson melalui tahap: (1) Trust VS Mistrust (0-1/1,5 tahun), (2) Otonomi VS Rasa Malu dan Ragu (1/1,5-3 tahun), (3) Inisiatif VS Rasa Bersalah (3-6th), (4) Industri VS Inferiority ( usia sekolah:6-12 tahun), (5)  Identitas dan Penolakan VS difusi Identitas ( masa remaja: 12-20 tahun), (6) Intimasi dan Solidaritas VS Isolasi (Early adulthood : 20-35 th), (7) Generativitas VS Stagnasi/ mandeg ( middle adulthood : 35-65 th ), (8) Integritas VS Keputusasaan (later years: diatas 65 th). Sehingga dapat disimpulkan:
1)    Menurut Freud manusia berkembang pada tahap-tahap psikoseksual, sedangkan menurut Erikson manusia berkembang dalam tahap-tahap psikososial.
2)    Erikson menekankan perubahan perkembangan sepanjang siklus kehidupan manusia, sementara Freud berpendapat bahwa kepribadian dasar kita teerbentuk pada lima tahun pertama kehidupan.
c.    Pandangan Piaget dengan Vygotsky tentang perkembangsan manusia. Piaget menekankan bahwa anak-anak secara aktif membangun dunia kognitif mereka sendiri, informasi dari lingkungan tidak begitu saja dituangkan ke dalam pikiran-pikiran mereka. Teori Jean Piaget tentang perkembangan kognitif memberikan batasan kembali tentang kecerdasan, pengetahuan dan hubungan anak didik dengan lingkungannya. Kecerdasan merupakan proses yang berkesinambungan yang membentuk struktur yang diperlukan dalam interaksi terus menerus dengan lingkungan. Vygotsky tidak setuju dengan pandangan Piaget bahwa anak menjelajahi dunianya sendiri dan membentuk gambaran realitas batinnya sendiri. Teori Vygotsky menawarkan suatu potret perkembangan manusia sebagai sesuatu yang tidak terpisahkan dari kegiatan-kegiatan sosial dan budaya. Vygotsky menekankan bagaimana proses-proses perkembangan mental seperti ingatan, perhatian, dan penalaran melibatkan pembelajaran menggunakan temuan-temuan masyarakat seperti bahasa, sistem matematika, dan alat-alat ingatan. Vygotsky lebih banyak menekankan peranan orang dewasa dan anak-anak lain dalam memudahkan perkembangan si anak.
4.  Perkembangan manusia tidak dapat dilepaskan dari potensi diri dengan lingkungan dimana individu berinteraksi
a.  Bagaimana pandangan aliran behavioristik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
b.  Bagaimana pandangan aliran humanistik tentang perkembangan manusia? Jelaskan!
c.   Apakah implikasi pandangan aliran behavioristrik dan humanistik terhadap praksis pembelajaran di kelas? Jelaskan!
JAWAB:
a.    Aliran behavioristik dikembangkan oleh Skinner. Dalam behaviaristik Skinner, pikiran sadar atau tidak sadar tidak diperlukan untuk menjelaskan perilaku dan perkembangan. Menurut Skinner perkembangan dipelajari dan sering berubah sesuai dengan pengalaman lingkungan, pengalaman yang disusun ulang dapat mengubah perkembangan. Skinner menekankan hawa kita dapat mengatur dan mengendalikan perilaku kita sendiri. Behavioristik di pengaruhi oleh stimulus-respon. Maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui ikatan stimulus-respon akan semakin kuat bila diberi penguatan. Penguatan tersebut terbagi atas penguatan positif dan penguatan negatif. Penguatan positif sebagai stimulus, dapat meningkatkan terjadinya pengulangan tingkah laku itu. Sedangkan penguatan negatif dapat mengakibatkan perilaku berkurang atau menghilang.
b.    Aliran humanistik berpandangan bahwa manusia pada dasarnya dilahirkan baik. Manusia memiliki kualitas-kualitas insani yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, seperti kemampuan abstraksi, imajinasi, kreativitas, aktualisasi diri, dan lain-lain. Manusia dipandang sebagai makhluk yang otoritas atas kehidupannya sendiri. Artinya, manusia adalah makhluk yang sadar, mandiri, pelaku aktif yang dapat menentukan hampir segalanya. Tingkah laku manusia dengan sadar, bebas dan bertanggung jawab dibimbing oleh daya-daya positif yang berasal dari dalam dirinya sendiri ke arah pemekaran seluruh potensi manusiawinya secara penuh. Agar berkembang ke arah yang positif, manusia tidak pertama-tama membutuhkan pengarahan melainkan sekedar suasana dan pendampingan personal serba penuh penerimaan dan penghargaan demi mekarnya potensi positif yang melekat dalam dirinya.
c.    Implikasi pandangan aliran behavioristrik dan humanistik terhadap praksis pembelajaran di kelas.
1)    Dalam suatu pembelajaran IPA guru menuntut keaktifan siswa untuk dapat memperagakan cara kerja sendi-sendi yang ada pada tubuh manusia. Guru meminta seorang siswa untuk maju ke depan kelas. Tak ada seorangpun siswa yang berani untuk maju memperagakan seperti perintah guru. Untuk memotivasi, maka guru menawarkan akan memberi nilai 100 pada ulangan harian berikutnya bagi siswa yang mau maju ke depan. Beberapa siswa berani tampil ke depan. Peristiwa tersebut menggambarkan implikasi aliran behavioristik tentang stimulus –respon.
2)    Dalam pembelajaran Bahas Indonesia, guru membacakan sebuah teks dan siswa diminta memberi komentar atau pendapat dari teks tersebut. Antara satu siswa dengan siswa lainnya berbeda pendapatnya. Ada beberapa siswa yang saling beradu pendapat dan saling menyalahkan satu sama lain. Guru menampung semua pendapat yang diberikan oleh siswa. Kemudian secara halus guru memberikan penjelasan tentang pentingnya menghargai pendapat antara satu orang dengan orang lainnya. Guru tidak menyalahkan atau membenarkan salah satu pendapat, namun guru memberikan pencerahan tentang pendapat yang baik, sehingga tidak merendahkan eksistensi siswa dalam mengemukakan pendapat. Dalam ini guru menerapkan aliran humanistik.



---o0o---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar