Selasa, 28 Mei 2013

INTEGRASI POKOK BAHASAN IPS DI SEKOLAH DASAR

TUGAS INDIVIDU
MATA KULIAH PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN IPS SD
MENGKAJI POKOK BAHASAN MATA PELAJARAN IPS DI SD
Pokok Bahasan:Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia
 


A.   INTEGRASI KONSEP-KONSEP IPS
Pada pokok bahasan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia terdapat integrasi antara disiplin-disiplin ilmu dalam ilmu pengetahuan sosial yaitu integrasi antara disiplin ilmu sejarah dan ilmu politik. Secara garis besar pokok bahasan ini tergolong dalam disiplin ilmu sejarah, karena sebagian besar materinya mengandung unsur-unsur sejarah perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan indonesia, dan berbagai peristiwa-peristiwa bersejarah lainya yang wajib untuk diingat oleh siswa agar dapat menghargai jasa-jasa pahlawannya pada masa sekarang. Keterkaitan dengan disiplin ilmu politik tersurat pada sub pokok bahasan usaha diplomasi dan pengakuan kedaulatan. Pada sub bab ini menggambarkan usaha-usaha politik yang dilakukan tokoh-tokoh pejuang untuk mengadakan diplomasi dan pengakuan kedaulatan dari bangsa lain.

B.   KESESUAIAN DENGAN TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK
Siswa kelas V Sekolah Dasar sudah memasuki tahap perkembangan berpikir secara abstrak. Materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia merupakan materi yang membutuhkan daya nalar yang tinggi dan kemampuan mengidentifikasi yang baik, sehingga cocok diberikan pada tingkat siswa kelas V pada semester II.

C.   PENANAMAN NILAI
Pada pokok bahasan perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia terdapat penanaman nilai karakter untuk siswa, antara lain yaitu:
1.    Kerja Keras, dalam pokok bahasan tersebut dijelaskan beratnya usaha yang dilakukan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI tanpa pantang menyerah dalam menghadapi jepang maupun sekutu. Dengan adanya kerja keras dari para pejuang akhirnya bangsa lain mengakui kedaulatan bangsa Indonesia.
2.    Semangat Kebangsaan, nilai karakter ini tercermin dalam pertempuran-pertempuran yang terjadi di beberapa daerah dalam rangka usaha mempertahankan kemerdekaan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh perjuangan.
3.    Cinta tanah air, nilai karakter ini yang utama ditanamkan kepada siswa melalui pokok bahasan ini, karena dengan mengetahui pengorbanan besar yang dilakukan oleh para pejuang kita dalam mempertahankan kemerdekaan, siswa akan semakin mencintai tanah airnya dengan berjuang dan belajar dengan baik untuk melanjutkan cita-cita para pejuang dalam mengharumkan nama bangsa dimata bangsa lain.
4.    Menghargai Prestasi, siswa diharapkan dapat menghargai jasa-jasa dan prestasi para pahlawan yang saat ini kita rasakan manfaatnya dengan meniru sifat-sifat dan perilaku baik para pahlawan dalam berjuang membebaskan rakyat dari belenggu penjajahan. Salah satu bentuk penghargaan terhadap jasa pahlawan kita adalah mengikuti upacara di sekolah dengan baik dan tertib.

D.   KELAYAKAN MATERI
Pokok bahasan perjuangan mempertahankan kemerdekaan terbagi atas beberapa sub bab, yaitu:
1.    Perjuangan mempertahankan kemerdekaan
a.    Pertempuran mempertahankan kemerdekaan
b.    Usaha perdamaian dan agresi militer Belanda
2.    Usaha diplomasi dan pengakuan kedaulatan
a.    Perjanjian Rum-Royen
b.    Konferensi Meja Bundar (KMB)
c.    Pengakuan kedaulatan
3.    Menghargai jasa tokoh pejuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Mengenal tokoh: Ir. Sukarno, Drs. Moh.Hatta, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Berdasarkan penjabaran pokok bahasan tersebut menjadi sub pokok bahasan yang lebih rinci, materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia layak diajarkan di kelas V. Karena materi ini berurutan dengan materi sebelumnya yaitu proklamasi kemerdekaan RI, selain itu materi ini juga mengandung banyak nilai karakter yang dapat ditanamkan pada siswa. Kelayakan materi dapat ditinjau dari segi substansi pembahasan yang sangat luas dan memberikan banyak wawasan bagi siswa. Penjelasan tentang berbagai pertempuran yang terjadi di tanah air dalam mempertahankan kemerdekaan juga sangat rinci dengan adanya penjelasan tokoh-tokoh yang berperan dalam masing-masing pertempuran. Melalui materi ini siswa akan mengenal lebih banyak tokoh perjuangan dan semakin menghargai jasa-jasa yang diberikan masing-masing tokoh bagi hidup bangsa Indonesia.

INSTRUMEN PENELITIAN PENDIDIKAN

A.  CARA MENYUSUN INSTRUMEN PENELITIAN
1.    Menentukan variabel-variabel penelitian atau aspek yang akan diukur,dari variabel-vareiabel tersebut diambil definisi operasianalnya. Definisi operasional adalah suatu rumusan yang menggambarkan keadaan, kegiatan atau perilaku yang dapat diukur dan diamati.
2.    Menentukan indikator-indikator setiap variabel yang akan diukur.
3.    Menjabarkan indikator menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.
4.    Menentukan teknik pengumpulan data dan sumber data atau responden yang digunakan
5.    Menyusun matriks pengembangan instrumen atau kisi-kisi instrumen.
B. JENIS-JENIS INSTRUMEN PENELITIAN
1.    Berdasarkan sifat instrumen, instrumen terbagi atas:
a.    Instrumen tes yang bersifat mengukur ( Tes dan Skala) , yaitu instrumen yang berisi pertanyaan atau pernyataan yang alternatif jawabannya memiliki standar jawaban tertentu, benar-salah ataupun skala jawaban. Contoh: tes pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan, jawaban singkat, atau tes isian. Instrumen tes ini digunakan untuk memperoleh data kuantitatif ordinal, interval, dan rasio.
a.    Instrumen non tes yang bersifat menghimpun, yaitu instrumen berbentuk pertanyaan atau pernyataan dengan jawaban berstruktur atau terbuka. Contoh: angket berstruktur, pedoman wawancara, daftar chek (check list) untuk observasi, daftar inventory untuk  studi dokumenter. Instrumen non tes ini digunakan untuk memperoleh data nominal berupa frekuensi atau jumlah jawaban, data naratif deskriptif, dan data deskriptif kualitatif.

C. ANALISIS

Instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik fenomena yang diamati tersebut disebut variabel penelitian. Setiap penelitian menggunakan instrumen penelitian yang sesuai dengan jenis penelitiannya dan variabel-variabel penelitian yang ingin diukur. Penelitian kuantitaif seperti eksperimen, korelasi, komparatif, dan sejenisnya umumnya menggunakan instrumen penelitian yang bersifat mengukur yaitu berupa tes dan skala, karena data yang yang ingin diperoleh berupa data ordinal, interval, dan rasio. Sedangkan penelitian kualitatif, deskriptif, survei, expost facto, dan sejenisnya umumnya menggunakan instrumen yang bersifat menghimpun atau non tes, karena data yang ingin diperoleh adalah berupa data nominal.