PENINGKATAN
KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI
DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
KARIKATUR PADA SISWA
KELAS IV SDN 02
DAGEN JATEN KARANGANYAR
2011/2012
ABSTRACT
Amilla Fidyah Astuti.
IMPROVING ARGUMENT ESSAY WRITING SKILL USING CARICATURE IN FOURTH GRADE STUDENT OF SDN 02 DAGEN JATEN KARANGANYAR
2011/2012.
Skripsi. Surakarta: Teaching Training and Education
Faculty of Sebelas
Maret University,
April. 2012.
The
objective of the research to improve argument essay writing skill using
caricature in 4th grade students of SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012.
The
variable becoming a change goal of this class room action research is argument essay writing skill, and action
variable that used is caricature media.
This
research used class room action research method with 2 cycles. Each cycle
consisted of 4 step; planning, implementation,
observation, and reflection. Subject of this research is 30 4th grade students
of SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012. Technique of collecting data is
observation, interview and test. Technique of analysing data used interactif
analysis model with 3 component analysis; data reduction, data display, and
conclusion or verification.
Based
on result can be concluded learning Indonesian
language using caricature media effective improve argument essay writing skill
in 4th grade students SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar. It was provided by
condition before implementation average score is 60,5 with pass percentage 30%,
after first cycle average score 69,5 with pass
percentage 70%, and 2nd cycle average score into 73,3 with pass percentage
86,67%. Based the result, is recomended that caricature media can improve
argument essay writing skill of 4th grade students SDN 02 Dagen Jaten
Karanganyar 2011/2012.
PENDAHULUAN
Keterampilan menulis merupakan
keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki seseorang agar dapat melakukan
komunikasi tertulis dengan baik. Umumnya orang yang memiliki keterampilan
menulis yang baik, maka akan dapat melakukan komunikasi tertulis dengan baik. Keterampilan
menulis menuntut seseorang untuk kaya akan pengalaman dan pengetahuan agar
dapat menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan. Kurangnya pengalaman
dan pengetahuan seseorang akan menjadi penghambat kreativitas orang tersebut
dalam menulis, sehingga akan muncul problematika-problematika dalam menulis.
Problematika keterampilan menulis
sering ditemukan pada proses maupun produk kegiatan belajar mengajar mata
pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Salah satu bentuk problematika
keterampilan menulis pada prosesnya yaitu banyaknya plagiarisme yang terjadi saat ini. Para pelajar sering kali
menjiplak tulisan maupun karangan orang lain atau sering disebut copy paste ketika mereka diminta oleh
guru untuk membuat sebuah tulisan maupun karangan. Semakin banyaknya kasus plagiarisme menunjukkan semakin
rendahnya keterampilan siswa dalam menulis. Plagiarisme
tidak hanya terjadi dikalangan pelajar-pelajar sekolah menegah atau mahasiswa,
pelajar tingkat sekolah dasarpun sudah mulai menunjukkan adanya plagiarisme. Hal ini dapat dilihat
ketika proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung pada
kompetensi menulis karangan. Siswa tidak dapat fokus terhadap pekerjaannya,
mereka banyak yang sibuk kesana-kemari untuk meniru pekerjaan temannya.
Melalui pengamatan dan wawancara awal yang
dilakukan pada guru dan siswa kelas IV SDN 02 Dagen Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar menunjukkan
bahwa keterampilan menulis karangan argumentasi siswa masih rendah. Rendahnya keterampilan siswa dalam
menulis karangan argumentasi tersebut disebabkan oleh faktor internal dan
eksternal. Faktor internal yakni dari dalam diri siswa sendiri yang tidak
memiliki
kedisiplinan, minat atau motivasi, dan keaktifan belajar yang baik untuk mengikuti pelajaran
mengarang. Selain itu minimnya pengetahuan dan pengalaman siswa juga sangat
mempengaruhi kualitas tulisan siswa. Sedangkan faktor eksternal berasal dari
luar diri siswa yaitu dari guru dan lingkungan belajar siswa. Teknik mengajar
guru sangatlah berpengaruh. Guru yang pandai dalam mengadakan variasi
pembelajaran akan menghasilkan siswa-siswa yang pandai juga. Penggunaan variasi
media pembelajaran sangat mempengaruhi siswa dalam menangkap materi yang
disampaikan oleh guru. Media pembelajaran merupakan perantara yang digunakan
guru untuk menyampaikan pesan atau materi kepada siswa agar sampai dengan baik.
Guru haruslah pandai dalam memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan
materi yang akan disampaikan.
Menurut
Byrne (dalam Slamet, 2008: 141), keterampilan menulis pada hakikatnya bukan
sekadar kemampuan menulis simbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata, dan
kata-kata disusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, melainkan
keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa
tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas
sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan
berhasil.
Pendapat tersebut menunjukkan adanya
kriteria yang dianggap penting untuk menulis dengan baik, yaitu adanya
kemampuan dalam menuangkan ide atau gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat
yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas. Kalimat yang utuh adalah
kalimat yang memiliki subjek dan predikat. Kalimat yang lengkap adalah kalimat
yang memiliki subjek, predikat, dan objek atau keterangan. Sedangkan kalimat
yang jelas yaitu kalimat yang tidak ambigu, atau memiliki makna ganda. Apabila
seseorang memiliki kemampuan tersebut, maka gagasan atau ide yang disampaikan
kepada orang
lain akan mudah dipahami dan dimengerti.
Permasalahan rendahnya keterampilan
menulis karangan argumentasi siswa yang disebabkan tidak digunakannya media
pembelajaran tersebut menuntut adanya tindakan perbaikan yang harus dilakukan oleh guru
untuk memperbaiki proses maupun hasil karangan siswa. Adapun upaya
perbaikan yang dilakukan yaitu dengan
penggunaan media dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.
Dari berbagai jenis media, karikatur
dianggap paling cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis
karangan argumentasi. Karikatur adalah gambar
yang disederhanakan bentuknya yang
biasanya berisi sindiran untuk mengungkapan perasaan
seseorang berdasarkan
masalah-masalah politik dan sosial (Sri Anitah, 2009: 132). Karikatur berbeda dengan gambar-gambar lain. Karikatur
merupakan salah satu bentuk karya komunikasi visual yang efektif dan mengena
dalam penyampaian pesan maupun kritik sosial (Heru Dwi Waluyanto, 2000: 131). Dalam sebuah karikatur yang baik
terlihat adanya perpaduan antara unsur-unsur kecerdasan, ketajaman dan
ketepatan berpikir secara kritis serta ekspresif dalam bentuk gambar kartun
dalam menanggapi fenomena permasalahan yang muncul dalam kehidupan masyarakat
luas.
Karikatur memiliki karakteristik yang
sama dengan karangan argumentasi (opini). Zainurrahman (2011: 51) menyatakan bahwa karangan
argumentasi adalah tulisan yang menyuguhkan rasionalisasi, pembantahan, juga
berisi seperangkat penguatan beralasan terhadap sebuah pernyataan. Dalam hal
ini bukti-bukti yang diungkapkan oleh penulis harus rasional atau masuk akal
dengan didukung data-data hasil penelitian atau pengamatan agar pembaca yakin
dengan gagasan penulis. Sehingga dalam hal ini sangat jelas bahwa karikatur
sangat tepat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan
argumentasi siswa.
Secara skematis uraian kerangka berpikir dapat dilihat pada
Gambar 1.
![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||
![]() |
|||


Gambar
1. Alur Kerangka
Berpikir
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar
Negeri 02 Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dan dilaksanakan selama
empat bulan yaitu mulai
bulan Januari
hingga April 2012.
Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV yaitu
ibu Antonia Tutik Hermoyowati, S.Pd dan siswa kelas
IV SD Negeri 02 Dagen Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar sebanyak 30 siswa,
yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Objek
penelitiannya adalah keterampilan menulis karangan argumentasi siswa pada mata
pelajaran bahasa Indonesia.
Bentuk
penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan
Kelas (Classroom Action Research), yaitu
sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di dalam kelas (Suharsimi Arikunto,
2008: 2). Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tindakan, Penelitian dilaksanakan dengan strategi bentuk siklus
berulang yang di dalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu (a)
perencanaan, (b)
tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan wawancara.
Di dalam penelitian ini untuk menguji kesahihan data digunakan triangulasi data
dan triangulasi metode.
Teknik
analisis data yang dipergunakan dalam penilitian ini adalah model analisis
interaktif Miles dan Huberman. Analisis ini terdiri dari tiga komponen utama,
yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data (display
data), (3) penarikan simpulan (verifikasi) dan refleksi. Prosedur penelitian diuraiakan memenuhi langkah-langkah strategi
penelitian, yaitu: a) Perencanaan, b) Tindakan, c)
Pengamatan, d) Refleksi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil pengamatan dan analisis data yang ada, dapat dilihat hasil kinerja guru
terhadap pelaksanaan kegiatan siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa ada
peningkatan keterampilan menulis karangan
argumentasi siswa setelah penggunaan media karikatur dalam pembelajaran.
Pada
waktu dilaksanakan tindakan pre tes
diketahui bahwa
jumlah siswa yang memperoleh nilai menulis karangan
argumentasi ≥ 65 masih jauh dibawah kriteria ketuntasan belajar dan indikator
kinerja yang ditetapkan oleh peneliti, yaitu hanya 30% siswa yang memperoleh
nilai ≥ 65. Berikut ini adalah grafik hasil pelaksanaan pre tes.

Gambar 2. Grafik Nilai Pelaksanaan Pre Test Menulis Karangan Argumentasi
Berdasarkan gambar 2 dari 30 siswa hanya 9 siswa atau 30%
siswa yang mendapatkan nilai ≥ 65. Siswa yang mendapatkan nilai antara 45-52
sebanyak 20% (6 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 53-60 sebanyak
26,67% (8 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 61-68 sebanyak 40% (12
siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 69-76 sebanyak 10 % (3 siswa). Siswa
yang memperoleh nilai antara 77-84 sebanyak 3,33% (1 siswa). Rata-rata nilai yang diperoleh pada
pelaksanaan pre test adalah 60,5, dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah
45.
Pada
siklus pertama dengan menggunakan media
karikatur dapat diperoleh data bahwa dari hasil pelaksanaan siklus I selama 3
kali pertemuan, pencapaian nilai rata-rata kelas adalah sebesar 69,3 dengan
jumlah 30 siswa. Sebanyak 3 siswa memperoleh nilai antara 53-60, 15 siswa
memperoleh nilai antara 61-68, 5 siswa memperoleh nilai antara 69-76, 5 siswa
memperoleh nilai antara 77-84, dan 2 siswa memperoleh nilai antara 85-92.
Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I ini yaitu 70%, dengan rincian
21 siswa memperoleh nilai ≥ 65 dan 9 siswa memperoleh nilai ≤ 65. Dari daftar
nilai yang diperoleh siswa pada siklus I ini, nilai tertinggi yaitu 87,3 dan
nilai terendah yaitu 54. Presentase siswa yang tidak tuntas pada siklus I ini
sebanyak 30% atau 9 siswa. Berikut adalah grafik hasil pelaksanaan siklus I.

Gambar 3. Grafik Nilai Hasil Menulis Karangan Argumentasi Setelah
Penggunaan Media Karikatur Pada Siklus I
Merujuk
pada indikator kinerja dan teori ketuntasan belajar (mastery learning) bahwa pembelajaran dikatakan tuntas apabila
sekurang-kurangnya 75 % dari jumlah peserta didik telah mencapai indikator yang
ditetapkan, maka hasil dari pelaksanaan siklus I masih belum mencapai
ketuntasan. Hal ini dikarenakan masih banyak kekurangan maupun kendala yang
ditemui pada pelaksanaan tindakan siklus I. Kekurangan-kekurangan tersebut disebabkan
oleh beberapa faktor, yaitu guru, peserta didik, dan media pembelajaran.
Kekurangan
pada pelaksanaan siklus I ini diperbaiki dalam pelaksanaan siklus II, sehingga
menghasilkan peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa yang
disajikan dalam grafik berikut.

Gambar 4. Grafik Nilai Hasil Menulis Karangan Argumentasi Setelah
Penggunaan Media Karikatur Pada Siklus II
Berdasarkan
gambar 4, dapat diperoleh data bahwa dari hasil pelaksanaan siklus II selama 3
kali pertemuan, pencapaian nilai rata-rata kelas adalah sebesar 73,3 dari
jumlah siswa 30. Sebanyak 8 anak memperoleh nilai antara 61-68, 13 siswa
memperoleh nilai antara 69-76, 7 siswa memperoleh nilai antara 77-84, dan 2
siswa memperoleh nilai antara 85-92. Ketuntasan belajar secara klasikal pada
siklus II ini yaitu 86,67%, dengan rincian 26 siswa memperoleh nilai ≥ 65 dan 4
siswa memperoleh nilai ≤ 65. Dari daftar nilai yang diperoleh siswa pada siklus
II ini, nilai tertinggi yaitu 86,67 dan nilai terendah yaitu 62,67. Presentase
siswa yang tidak tuntas adalah 13,33 yaitu sebanyak 4 siswa.
Pada pelaksanaan siklus II ini indikator kinerja yang
telah ditetapkan peneliti yaitu 80% siswa tuntas juga telah terpenuhi, sehingga
upaya tindakan yang dilakukan oleh peneliti dikatakan berhasil, walaupun masih
ada 13,33% siswa yang belum tuntas. Siswa yang belum tuntas pada pelaksanaan
siklus II ini secara umum disebabkan oleh kurang cermatnya siswa dalam
penggunaan ejaan dan tanda baca, selain itu juga pada aspek kualitas isi yang
juga masih kurang sehingga mempengaruhi jumlah nilai akhir yang diperoleh
siswa. Siswa yang belum tuntas ini diberikan pengarahan oleh guru agar belajar
lebih giat tentang penggunaan ejaan dan tanda baca, serta berlatih
terus-menerus dalam menulis karangan.
Secara umum pelaksanaan penelitian peningkatan
keterampilan menulis karangan argumentasi dengan menggunakan media karikatur
selama dua siklus mengalami peningkatan hasil tiap siklusnya. Berikut ini
adalah perbandingan hasil penelitian mulai dari pelaksanaan pre tes, siklus I,
hingga siklus II.
Tabel 1. Perbandingan Nilai Terendah dan Nilai Tertinggi Selama Pelaksanaan
Tindakan
|
Tindakan
|
Nilai
Terendah
|
Nilai
Tertinggi
|
|
45
|
80
|
|
|
Siklus I
|
54
|
87,3
|
|
Siklus II
|
62,67
|
86,67
|
Berdasarkan tabel 1, maka dapat disajikan dalam bentuk grafik berikut ini.

Gambar 5. Perbandingan Nilai Terendah dan Nilai Tertinggi
Selama Pelaksanaan Tindakan
Tabel 2. Perbandingan Nilai Rata-rata Kelas dalam
keterampilan Menulis Karangan Argumentasi dengan Menggunakan Media Karikatur
|
Tindakan
|
Nilai Rata-rata
|
|
Pre tes
|
60,5
|
|
Siklus I
|
69,5
|
|
Siklus II
|
73,3
|
Berdasarkan Tabel 2 mengenai perbandingan nilai rata-rata yang diperoleh
selama pelaksanaan pre tes, siklus I, dan siklus II, maka dapat
divisualisasikan dalam bentuk gambar 19.

Gambar 6. Perbandingan Nilai Rata-rata Kelas dalam
Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi dengan Menggunakan Media Karikatur
Tabel 3.
Perbandingan Presentase Ketuntasan Belajar
|
Tindakan
|
Presentase (%)
|
|
Pre tes
|
30%
|
|
Siklus I
|
70%
|
|
Siklus II
|
86,67%
|
Tabel 3 mengenai
perbandingan presentase ketuntasan belajar keterampilan menulis karangan
argumentasi pada siswa kelas IV SDN 02 Dagen, dapat divisualisasikan ke dalam
bentuk gambar 7.

Gambar
7. Grafik Perbandingan Presentase Ketuntasan Belajar
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan
menulis karangan argumentasi setelah penggunaan media karikatur pada siswa
kelas IV SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar pada tahun ajaran 2011/2012.
Peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa ini terbukti dari
data yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian. Nilai siswa sebelum tindakan
yaitu dari hasil teknik dokumentasi nilai menulis pada semester 1 dan
pelaksanaan pre tes menunjukkan bahwa 30% siswa masih mendapatkan nilai di
bawah KKM (≤ 65). Pada siklus I diperoleh hasil ketuntasan belajar siswa yang
meningkat menjadi 70% dengan nilai rata-rata 69,5, dan siklus II menjadi 86,67%
dengan nilai rata-rata 73,3. Siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran dengan
adanya media karikatur yang lucu dan menarik. Siswa juga merasa terbantu dalam
menemukan ide atau gagasan yang mendukung argumennya tentang suatu hal atau
peristiwa yang dibahas ketika mengamati gambar yang terdapat pada karikatur.
Argumen-argumen yang diperoleh siswa tersebut tertulis dengan baik, baik dari segi
substansi maupun mekanik dalam bentuk karangan.
Dengan demikian penelitian ini dapat diajukan
sebagai suatu rekomendasi bahwa penggunaan media karikatur dapat meningkatkan
keterampilan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas IV SDN 02 Dagen
Jaten Karanganyar pada tahun ajaran 2011/2012.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rivai.
1991. Media Pengajaran. Bandung : Bina Baru.
Ahmad Rohani.
1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.
Anderson, Ronald H. 1987. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk
Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.
Arief S. Sadiman.
1990. Media Pendidikan. Jakarta:
Rajawali.
Basyirudin Usman dan Asnawir. 2002. Media
Pembelajaran. Jakarta: Delia Citra
Utama.
Burhan Nurgiyantoro. 1995. Penilaian
dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.
Darmiyati Zuchdi.
1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Depdikbud.
Depdiknas. 2008. Kurikulum dan Silabus Bahasa
Indonesi Kelas IV. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.
Dini
Ristanti. 2010. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara dengan Media
Gambar Karikatur Siswa Kelas 5B SD Negeri Cengklik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi: UNS.
Edi
Warsidi, dkk. 2008. Bahasa Indonesia membuatku cerdas.
Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Hamzah B. Uno.
2010. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hasan Shaily. 1992. Ensiklopedi Indonesia. Jakarata : PT Ichtiar
Baru.
Heru
Dwi Waluyanto. 2000. Karikatur sebagai
Karya Komunikasi Visual dalam Penyampaian Kritik Sosial. Jurnal:
Universitas Kristen Petra.
Kaswan
Darmadi, dkk. 2008. Bahasa Indonesia
untuk kelas IV SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Laili
kartikasari. 2008. Peningkatan
Keterampilan Menulis Argumentasi dengan Media VCD Berita televisi pada Siswa Kelas X
Penjualan SMK Batik 2 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009.
Skripsi: UNS.
Masnur Muslich. 2011. Melaksanakan PTK Itu Mudah.
Jakarta: Bumi
Aksara.
Mathew B. Milles
& Michael Huberman. 1992. Analisis
Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mudrajad Kuncoro. 2009. Mahir menulis Kiat Jitu Menulis Artikel
Opini, Kolom, & Resensi Buku. Jakarta: Erlangga.
Nana Sudjana & Ahmad Rivai. 2010. Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nana Sudjana.
2010. Penilain Hasil Proses belajar
mengajar. Bandung: Rosda Karya.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Ngadino. 2009. Pengembangan Media
Pembelajaran. Surakarta: PPG FKIP UNS.
Rudi Susilana, dkk. 2007. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana
Prima.
Sabarti Akhadiah, dkk. 1997. Pembinaan
Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Sri Anitah. 2009.
Teknologi Pembelajaran. Surakarta:
Yuma Pustaka.
St. Y. Slamet. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia.
Surakarta: UNS Press.
___________
2008. Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press.
Suharsimi Arikunto, dkk. 2008. Melaksanakan
Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suwandi Sarwiji. 2008. Penelitian tindakan Kelas dan Penulisan Karya
Ilmiah. Surakarta : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13.
Tarigan, Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu keterampilan
berbahasa. Bandung: Angkasa.
Umri
Nur’aini, dkk. 2008. Bahasa Indonesia
untuk kelas IV SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Wilkinson, Gene L. 1984. Media dalam Pembelajaran. Jakarta:
Rajawali.
Yudhi Munadi. 2010. Media Pembelajarana Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada.
Zainurrahman. 2011. Menulis Dari Teori Hingga Praktik. Bandung: Alfabeta.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar