Rabu, 22 Oktober 2014

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARIKATUR

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA
KARIKATUR PADA SISWA KELAS IV  SDN 02
DAGEN JATEN KARANGANYAR
2011/2012


ABSTRACT

Amilla Fidyah Astuti. IMPROVING ARGUMENT ESSAY WRITING SKILL USING CARICATURE IN FOURTH GRADE STUDENT OF SDN 02 DAGEN JATEN KARANGANYAR 2011/2012. Skripsi. Surakarta: Teaching Training and Education Faculty of Sebelas Maret University, April. 2012.
The objective of the research to improve argument essay writing skill using caricature in 4th grade students of SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012.
The variable becoming a change goal of this class room action research is  argument essay writing skill, and action variable that used is caricature media.
This research used class room action research method with 2 cycles. Each cycle consisted of 4 step; planning, implementation, observation, and reflection. Subject of this research is 30 4th grade students of SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012. Technique of collecting data is observation, interview and test. Technique of analysing data used interactif analysis model with 3 component analysis; data reduction, data display, and conclusion or verification.
Based on result can be concluded learning Indonesian language using caricature media effective improve argument essay writing skill in 4th grade students SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar. It was provided by condition before implementation average score is 60,5 with pass percentage 30%, after first cycle average score 69,5 with pass percentage 70%, and 2nd cycle average score into 73,3 with pass percentage 86,67%. Based the result, is recomended that caricature media can improve argument essay writing skill of 4th grade students SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012.









PENDAHULUAN

Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dimiliki seseorang agar dapat melakukan komunikasi tertulis dengan baik. Umumnya orang yang memiliki keterampilan menulis yang baik, maka akan dapat melakukan komunikasi tertulis dengan baik. Keterampilan menulis menuntut seseorang untuk kaya akan pengalaman dan pengetahuan agar dapat menuangkan ide atau gagasannya dalam bentuk tulisan. Kurangnya pengalaman dan pengetahuan seseorang akan menjadi penghambat kreativitas orang tersebut dalam menulis, sehingga akan muncul problematika-problematika dalam menulis.
Problematika keterampilan menulis sering ditemukan pada proses maupun produk kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Salah satu bentuk problematika keterampilan menulis pada prosesnya yaitu banyaknya plagiarisme yang terjadi saat ini. Para pelajar sering kali menjiplak tulisan maupun karangan orang lain atau sering disebut copy paste ketika mereka diminta oleh guru untuk membuat sebuah tulisan maupun karangan. Semakin banyaknya kasus plagiarisme menunjukkan semakin rendahnya keterampilan siswa dalam menulis. Plagiarisme tidak hanya terjadi dikalangan pelajar-pelajar sekolah menegah atau mahasiswa, pelajar tingkat sekolah dasarpun sudah mulai menunjukkan adanya plagiarisme. Hal ini dapat dilihat ketika proses pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung pada kompetensi menulis karangan. Siswa tidak dapat fokus terhadap pekerjaannya, mereka banyak yang sibuk kesana-kemari untuk meniru pekerjaan temannya.
Text Box: 1Problematika keterampilan menulis pada produk yaitu dapat dilihat dari hasil pekerjaan mengarang siswa. Secara umum bahasa yang digunakan siswa kurang komunikatif, melihat bahwa salah satu fungsi tulisan adalah sebagai alat komunikasi yaitu penerima pesan akan memahami isi pesan yang disampaikan apabila sumber pesan menyampaikan pesan tersebut dengan bahasa yang baik. Siswa juga tidak pandai dalam mengembangkan kalimat-kalimat menjadi sebuah paragraf yang baik. Selain itu struktur gramatikal dan ejaan yang digunakan masih banyak yang kurang tepat.
Melalui pengamatan dan wawancara awal yang dilakukan pada guru dan siswa kelas IV SDN 02 Dagen Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar menunjukkan bahwa keterampilan menulis karangan argumentasi siswa masih rendah. Rendahnya keterampilan siswa dalam menulis karangan argumentasi tersebut disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal yakni dari dalam diri siswa sendiri yang tidak memiliki kedisiplinan, minat atau motivasi, dan keaktifan belajar yang baik untuk mengikuti pelajaran mengarang. Selain itu minimnya pengetahuan dan pengalaman siswa juga sangat mempengaruhi kualitas tulisan siswa. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar diri siswa yaitu dari guru dan lingkungan belajar siswa. Teknik mengajar guru sangatlah berpengaruh. Guru yang pandai dalam mengadakan variasi pembelajaran akan menghasilkan siswa-siswa yang pandai juga. Penggunaan variasi media pembelajaran sangat mempengaruhi siswa dalam menangkap materi yang disampaikan oleh guru. Media pembelajaran merupakan perantara yang digunakan guru untuk menyampaikan pesan atau materi kepada siswa agar sampai dengan baik. Guru haruslah pandai dalam memilih dan menggunakan media yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.
Menurut Byrne (dalam Slamet, 2008: 141), keterampilan menulis pada hakikatnya bukan sekadar kemampuan menulis simbol-simbol grafis sehingga berbentuk kata, dan kata-kata disusun menjadi kalimat menurut peraturan tertentu, melainkan keterampilan menulis adalah kemampuan menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas sehingga buah pikiran tersebut dapat dikomunikasikan kepada pembaca dengan berhasil.

Pendapat tersebut menunjukkan adanya kriteria yang dianggap penting untuk menulis dengan baik, yaitu adanya kemampuan dalam menuangkan ide atau gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat yang dirangkai secara utuh, lengkap, dan jelas. Kalimat yang utuh adalah kalimat yang memiliki subjek dan predikat. Kalimat yang lengkap adalah kalimat yang memiliki subjek, predikat, dan objek atau keterangan. Sedangkan kalimat yang jelas yaitu kalimat yang tidak ambigu, atau memiliki makna ganda. Apabila seseorang memiliki kemampuan tersebut, maka gagasan atau ide yang disampaikan kepada orang lain akan mudah dipahami dan dimengerti.
Permasalahan rendahnya keterampilan menulis karangan argumentasi siswa yang disebabkan tidak digunakannya media pembelajaran tersebut menuntut adanya tindakan perbaikan yang harus dilakukan oleh guru untuk memperbaiki proses maupun hasil karangan siswa. Adapun upaya perbaikan yang dilakukan yaitu  dengan penggunaan media dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.
Dari berbagai jenis media, karikatur dianggap paling cocok digunakan sebagai media dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi. Karikatur adalah gambar yang disederhanakan bentuknya yang biasanya berisi sindiran untuk mengungkapan perasaan seseorang berdasarkan masalah-masalah politik dan sosial (Sri Anitah, 2009: 132). Karikatur berbeda dengan gambar-gambar lain. Karikatur merupakan salah satu bentuk karya komunikasi visual yang efektif dan mengena dalam penyampaian pesan maupun kritik sosial (Heru Dwi Waluyanto, 2000: 131). Dalam sebuah karikatur yang baik terlihat adanya perpaduan antara unsur-unsur kecerdasan, ketajaman dan ketepatan berpikir secara kritis serta ekspresif dalam bentuk gambar kartun dalam menanggapi fenomena permasalahan yang muncul dalam kehidupan masyarakat luas.
Karikatur memiliki karakteristik yang sama dengan karangan argumentasi (opini). Zainurrahman (2011: 51) menyatakan bahwa karangan argumentasi adalah tulisan yang menyuguhkan rasionalisasi, pembantahan, juga berisi seperangkat penguatan beralasan terhadap sebuah pernyataan. Dalam hal ini bukti-bukti yang diungkapkan oleh penulis harus rasional atau masuk akal dengan didukung data-data hasil penelitian atau pengamatan agar pembaca yakin dengan gagasan penulis. Sehingga dalam hal ini sangat jelas bahwa karikatur sangat tepat digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa.




Secara skematis uraian kerangka berpikir dapat dilihat pada Gambar 1.
Rounded Rectangle: 1. Guru tidak menggunakan media pembelajaran.
2. Kedisiplinan, minat, keaktifan, dan kerjasama siswa kurang baik.
Rounded Rectangle: Keterampilan menulis karangan argumentasi siswa rendah.
 


                                                                                       
 






Rounded Rectangle: Siklus I
Menggunakan media karikatur 1 jenis topik.
                                                                                     

 








                                                                                                                 
                                                                                                                       

Rounded Rectangle: Siklus II
Menggunakan media karikatur 3 jenis topik.

Rounded Rectangle: Keterampilan menulis karangan argumentasi meningkat dengan indikator Sebanyak 80% siswa dari jumlah 30 siswa kelas IV SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar 2011/2012 mencapai nilai ≥ 65.Rounded Rectangle: Kondisi Akhir                                                                                         
 

                                                                                      






Gambar 1. Alur Kerangka Berpikir

METODE PENELITIAN



Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 02 Dagen, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar dan dilaksanakan selama empat bulan yaitu mulai bulan Januari hingga April 2012. Subjek penelitian ini adalah guru kelas IV yaitu ibu Antonia Tutik Hermoyowati, S.Pd dan siswa kelas IV SD Negeri 02 Dagen Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar sebanyak 30 siswa, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Objek penelitiannya adalah keterampilan menulis karangan argumentasi siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia.
Bentuk penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research), yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di dalam kelas (Suharsimi Arikunto, 2008: 2). Untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan tindakan, Penelitian dilaksanakan dengan strategi bentuk siklus berulang yang di dalamnya terdapat empat tahapan utama kegiatan, yaitu (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi.
Teknik  pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan wawancara. Di dalam penelitian ini untuk menguji kesahihan data digunakan triangulasi data dan triangulasi metode.
Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penilitian ini adalah model analisis interaktif Miles dan Huberman. Analisis ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu (1) reduksi data, (2) penyajian data (display data), (3) penarikan simpulan (verifikasi) dan refleksi. Prosedur penelitian diuraiakan memenuhi langkah-langkah strategi penelitian, yaitu: a) Perencanaan, b) Tindakan, c) Pengamatan, d) Refleksi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data yang ada, dapat dilihat hasil kinerja guru terhadap pelaksanaan kegiatan siklus I dan siklus II menunjukkan bahwa ada peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa setelah penggunaan media karikatur dalam pembelajaran.
Pada waktu dilaksanakan tindakan pre tes diketahui bahwa jumlah siswa yang memperoleh nilai menulis karangan argumentasi ≥ 65 masih jauh dibawah kriteria ketuntasan belajar dan indikator kinerja yang ditetapkan oleh peneliti, yaitu hanya 30% siswa yang memperoleh nilai ≥ 65. Berikut ini adalah grafik hasil pelaksanaan pre tes.



Gambar 2. Grafik Nilai Pelaksanaan Pre Test Menulis Karangan Argumentasi


Berdasarkan gambar 2 dari 30 siswa hanya 9 siswa atau 30% siswa yang mendapatkan nilai ≥ 65. Siswa yang mendapatkan nilai antara 45-52 sebanyak 20% (6 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 53-60 sebanyak 26,67% (8 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 61-68 sebanyak 40% (12 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 69-76 sebanyak 10 % (3 siswa). Siswa yang memperoleh nilai antara 77-84 sebanyak 3,33% (1 siswa).  Rata-rata nilai yang diperoleh pada pelaksanaan pre test adalah 60,5, dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 45.
Pada siklus pertama dengan menggunakan media karikatur dapat diperoleh data bahwa dari hasil pelaksanaan siklus I selama 3 kali pertemuan, pencapaian nilai rata-rata kelas adalah sebesar 69,3 dengan jumlah 30 siswa. Sebanyak 3 siswa memperoleh nilai antara 53-60, 15 siswa memperoleh nilai antara 61-68, 5 siswa memperoleh nilai antara 69-76, 5 siswa memperoleh nilai antara 77-84, dan 2 siswa memperoleh nilai antara 85-92. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus I ini yaitu 70%, dengan rincian 21 siswa memperoleh nilai ≥ 65 dan 9 siswa memperoleh nilai ≤ 65. Dari daftar nilai yang diperoleh siswa pada siklus I ini, nilai tertinggi yaitu 87,3 dan nilai terendah yaitu 54. Presentase siswa yang tidak tuntas pada siklus I ini sebanyak 30% atau 9 siswa. Berikut adalah grafik hasil pelaksanaan siklus I.


Gambar 3. Grafik Nilai Hasil Menulis Karangan Argumentasi Setelah Penggunaan Media Karikatur Pada Siklus I


            Merujuk pada indikator kinerja dan teori ketuntasan belajar (mastery learning) bahwa pembelajaran dikatakan tuntas apabila sekurang-kurangnya 75 % dari jumlah peserta didik telah mencapai indikator yang ditetapkan, maka hasil dari pelaksanaan siklus I masih belum mencapai ketuntasan. Hal ini dikarenakan masih banyak kekurangan maupun kendala yang ditemui pada pelaksanaan tindakan siklus I. Kekurangan-kekurangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu guru, peserta didik, dan media pembelajaran.
Kekurangan pada pelaksanaan siklus I ini diperbaiki dalam pelaksanaan siklus II, sehingga menghasilkan peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa yang disajikan dalam grafik berikut.


Gambar 4. Grafik Nilai Hasil Menulis Karangan Argumentasi Setelah Penggunaan Media Karikatur Pada Siklus II



Berdasarkan gambar 4, dapat diperoleh data bahwa dari hasil pelaksanaan siklus II selama 3 kali pertemuan, pencapaian nilai rata-rata kelas adalah sebesar 73,3 dari jumlah siswa 30. Sebanyak 8 anak memperoleh nilai antara 61-68, 13 siswa memperoleh nilai antara 69-76, 7 siswa memperoleh nilai antara 77-84, dan 2 siswa memperoleh nilai antara 85-92. Ketuntasan belajar secara klasikal pada siklus II ini yaitu 86,67%, dengan rincian 26 siswa memperoleh nilai ≥ 65 dan 4 siswa memperoleh nilai ≤ 65. Dari daftar nilai yang diperoleh siswa pada siklus II ini, nilai tertinggi yaitu 86,67 dan nilai terendah yaitu 62,67. Presentase siswa yang tidak tuntas adalah 13,33 yaitu sebanyak 4 siswa.
Pada pelaksanaan siklus II ini indikator kinerja yang telah ditetapkan peneliti yaitu 80% siswa tuntas juga telah terpenuhi, sehingga upaya tindakan yang dilakukan oleh peneliti dikatakan berhasil, walaupun masih ada 13,33% siswa yang belum tuntas. Siswa yang belum tuntas pada pelaksanaan siklus II ini secara umum disebabkan oleh kurang cermatnya siswa dalam penggunaan ejaan dan tanda baca, selain itu juga pada aspek kualitas isi yang juga masih kurang sehingga mempengaruhi jumlah nilai akhir yang diperoleh siswa. Siswa yang belum tuntas ini diberikan pengarahan oleh guru agar belajar lebih giat tentang penggunaan ejaan dan tanda baca, serta berlatih terus-menerus dalam menulis karangan.
Secara umum pelaksanaan penelitian peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi dengan menggunakan media karikatur selama dua siklus mengalami peningkatan hasil tiap siklusnya. Berikut ini adalah perbandingan hasil penelitian mulai dari pelaksanaan pre tes, siklus I, hingga siklus II.


Tabel 1. Perbandingan Nilai Terendah dan Nilai Tertinggi Selama Pelaksanaan Tindakan
Tindakan
Nilai Terendah
Nilai Tertinggi
45
80
Siklus I
54
87,3
Siklus II
62,67
86,67

Berdasarkan tabel 1, maka dapat disajikan dalam bentuk grafik berikut ini.

Gambar 5. Perbandingan Nilai Terendah dan Nilai Tertinggi Selama Pelaksanaan Tindakan

Tabel 2. Perbandingan Nilai Rata-rata Kelas dalam keterampilan Menulis Karangan Argumentasi dengan Menggunakan Media Karikatur
Tindakan
Nilai Rata-rata
Pre tes
60,5
Siklus I
69,5
Siklus II
73,3

Berdasarkan Tabel 2 mengenai perbandingan nilai rata-rata yang diperoleh selama pelaksanaan pre tes, siklus I, dan siklus II, maka dapat divisualisasikan dalam bentuk gambar 19.

Gambar 6. Perbandingan Nilai Rata-rata Kelas dalam Keterampilan Menulis Karangan Argumentasi dengan Menggunakan Media Karikatur

Tabel 3. Perbandingan Presentase Ketuntasan Belajar
Tindakan
Presentase (%)
Pre tes
30%
Siklus I
70%
Siklus II
86,67%

Tabel 3 mengenai perbandingan presentase ketuntasan belajar keterampilan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas IV SDN 02 Dagen, dapat divisualisasikan ke dalam bentuk gambar 7.
Gambar 7. Grafik Perbandingan Presentase Ketuntasan Belajar


Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi setelah penggunaan media karikatur pada siswa kelas IV SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar pada tahun ajaran 2011/2012. Peningkatan keterampilan menulis karangan argumentasi siswa ini terbukti dari data yang diperoleh selama pelaksanaan penelitian. Nilai siswa sebelum tindakan yaitu dari hasil teknik dokumentasi nilai menulis pada semester 1 dan pelaksanaan pre tes menunjukkan bahwa 30% siswa masih mendapatkan nilai di bawah KKM (≤ 65). Pada siklus I diperoleh hasil ketuntasan belajar siswa yang meningkat menjadi 70% dengan nilai rata-rata 69,5, dan siklus II menjadi 86,67% dengan nilai rata-rata 73,3. Siswa tertarik untuk mengikuti pelajaran dengan adanya media karikatur yang lucu dan menarik. Siswa juga merasa terbantu dalam menemukan ide atau gagasan yang mendukung argumennya tentang suatu hal atau peristiwa yang dibahas ketika mengamati gambar yang terdapat pada karikatur. Argumen-argumen yang diperoleh siswa tersebut tertulis dengan baik, baik dari segi substansi maupun mekanik dalam bentuk karangan.
 Dengan demikian penelitian ini dapat diajukan sebagai suatu rekomendasi bahwa penggunaan media karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas IV SDN 02 Dagen Jaten Karanganyar pada tahun ajaran 2011/2012.


 

































DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Rivai. 1991. Media Pengajaran. Bandung : Bina Baru.
Ahmad Rohani. 1997. Media Instruksional Edukatif. Jakarta : Rineka Cipta.
Anderson, Ronald H. 1987. Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.
Arief S. Sadiman. 1990. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali.
Basyirudin Usman dan Asnawir. 2002. Media Pembelajaran. Jakarta: Delia Citra Utama.
Burhan Nurgiyantoro. 1995. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.
Darmiyati Zuchdi. 1997. Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Jakarta: Depdikbud.
Depdiknas. 2008. Kurikulum dan Silabus Bahasa Indonesi Kelas IV. Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional.
Dini Ristanti. 2010. Upaya Meningkatkan Keterampilan Berbicara dengan Media Gambar Karikatur Siswa Kelas 5B SD Negeri Cengklik 1 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi: UNS.
Edi Warsidi, dkk. 2008. Bahasa Indonesia membuatku cerdas. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Hamzah B. Uno. 2010. Teknologi Komunikasi dan Informasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Hasan Shaily. 1992. Ensiklopedi Indonesia. Jakarata : PT Ichtiar Baru.
Heru Dwi Waluyanto. 2000. Karikatur sebagai Karya Komunikasi Visual dalam Penyampaian Kritik Sosial. Jurnal: Universitas Kristen Petra.
Kaswan Darmadi, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk kelas IV SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Laili kartikasari. 2008. Peningkatan Keterampilan Menulis Argumentasi dengan Media VCD Berita televisi pada Siswa Kelas X Penjualan SMK Batik 2 Surakarta Tahun Ajaran 2008/2009. Skripsi: UNS.
Masnur Muslich. 2011. Melaksanakan PTK Itu Mudah. Jakarta: Bumi Aksara.
Mathew B. Milles & Michael Huberman. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia.
Mudrajad Kuncoro. 2009. Mahir menulis Kiat Jitu Menulis Artikel Opini, Kolom, & Resensi Buku. Jakarta: Erlangga.
Nana Sudjana & Ahmad Rivai. 2010. Media pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Nana Sudjana. 2010. Penilain Hasil Proses belajar mengajar. Bandung: Rosda Karya.
Nana Syaodih Sukmadinata. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Ngadino. 2009. Pengembangan Media Pembelajaran. Surakarta: PPG FKIP UNS.
Rudi Susilana, dkk. 2007. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana Prima.
Sabarti Akhadiah, dkk. 1997. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta : Erlangga.
Sri Anitah. 2009. Teknologi Pembelajaran. Surakarta: Yuma Pustaka.
St. Y. Slamet. 2007. Dasar-dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia. Surakarta: UNS Press.
___________ 2008. Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar. Surakarta: UNS Press.
Suharsimi Arikunto, dkk. 2008. Melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas Itu Mudah. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Suwandi Sarwiji. 2008. Penelitian tindakan Kelas dan Penulisan Karya Ilmiah. Surakarta : Panitia Sertifikasi Guru Rayon 13.
Tarigan, Guntur. 2008. Menulis Sebagai Suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.
Umri Nur’aini, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk kelas IV SD/MI. Jakarta: Pusat Perbukuan Depdiknas.
Wilkinson, Gene L. 1984. Media dalam Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.
Yudhi Munadi. 2010. Media Pembelajarana Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada.
Zainurrahman. 2011. Menulis Dari Teori Hingga Praktik. Bandung: Alfabeta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar